Visualisasi Bentuk Daun Berbasis Cellular Automata Sistem Subtitusi Menggunakan Pemrograman Wolfram Mathematica 7.0.

September 30th, 2010 Yanuar Primajaya 8 comments

Primajaya, Yanuar. 2010. Visualisasi Bentuk Daun Berbasis Cellular Automata Sistem Subtitusi Menggunakan Pemrograman Wolfram Mathematica 7.0. Skripsi, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Johanis A. Rampisela. (II) Drs. Sutrisno, M.T.

Kata Kunci: Bentuk Daun, Visualisasi, Wolfram Mathematica 7.0. Cellular Automata Sistem Substitusi.

Bentuk-bentuk daun sangat beragam,  antara satu tanaman dengan tanaman yang lainnya memiliki bentuk daun yang hampir tidak pernah sama.  Gambaran dua dimensi daun digunakan sebagai pembeda bagi bentuk-bentuk daun. Meskipun ada sebagian kecil bentuk daun yang hampir sama, tetapi terdapat perbedaan kecil yang membedakan antara bentuk daun yang satu dengan bentuk daun yang lain. Jumlah cabang, panjang cabang, dan sudut cabang merupakan faktor yang membedakan bentuk-bentuk daun yang ada di alam.

Pada tahun 2002 Stephen Wolfram dalam bukunya A New Kind of Science melakukan simulasi dengan bantuan komputer untuk mendapatkan bentuk-bentuk daun (Wolfram, 2002:400-406). Dalam buku A New Kind of Science dibahas bahwa bentuk daun dibentuk oleh aturan dasar pertumbuhan yang serupa dengan pembentukan pola pencabangan pada tanaman.

Pada bentuk yang paling sederhana pencabangan baru ini adalah penggandaan dari pencabangan sebelumnya dan memiliki aturan dasar pertumbuhan dan percabangan yang sama. Aturan dasar pertumbuhan untuk pola pencabangan tanaman ini digunakan untuk mensimulasikan bentuk-bentuk daun dan Stephen Wolfram mendapatkan banyak kemiripan dari model yang didapatkan dan garis luar dari sejumlah bentuk-bentuk daun.

Skripsi ini membahas simulasi dengan bantuan komputer untuk mendapatkan bentuk-bentuk daun dengan aturan dasar yang sama dengan yang dilakukan oleh Stephen Wolfram dan mempraktekkannya secara lanjut. Simulasi bentuk daun dengan menggunakan model cellular automata sistem subtitusi sudah pernah dilakukan oleh Bibing Priyo Sembodo dengan menggunakan Software Borland Delphi, berdasarkan apa yang telah dilakukan oleh Stephen Wolfram, dicoba pembuatan Visualisasi Bentuk Daun Berbasis Cellular Automata Sistem Subtitusi Menggunakan Pemrograman Wolfram Mathematica 7.0.

download:

  1. sampul
  2. halaman sampul
  3. kata pengantar
  4. lembar pengesahan
  5. ABSTRAK
  6. DAFTAR ISI
  7. DAFTAR GAMBAR
  8. DAFTAR LAMPIRAN
  9. BAB I
  10. BAB II
  11. BAB III
  12. BAB IV
  13. BAB V
  14. DAFTAR PUSTAKA
  15. DAFTAR RIWAYAT HIDUP
  16. LAMPIRAN
  17. Pernyataan Keaslian Tulisan
  18. program simulasi
  19. presentasi

Visualisasi Reaksi Activator Inhibitor Menggunakan Bahasa Pemrogramam Mathematica

August 27th, 2010 Puji Astuti No comments
Categories: Kuliah Tags:

Visualisasi Activator Inhibitor Menggunakan Bahasa Pemrograman Mathematica

August 17th, 2010 Puji Astuti No comments

Author:

  • Astuti, Puji. 2009. Visualisasi Reaksi Activator Inhibitor Menggunakan Bahasa Pemrograman Mathematica. Seminar, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang.
  • Pembimbing: Johanis A. Rampisela.

Content:

Visualisasi reaksi Activator Inhibitor digunakan untuk mengetahui pola pigmentasi sel yang terjadi secara berulang. Salah satu teknik pemrograman yang dipakai untuk menggambarkan reaksi Activator Inhibitor adalah dengan menggunakan bahasa pemrograman Mathematica 5.1. Hasil dari visualisasi ini adalah pola activator inhibitor dengan jumlah sel yang telah ditentukan dan didistribusikan secara teratur. Untuk mengetahui perubahan gerak pola tersebut, diperlukan pengulangan gerak menjadi beberapa kali sesuai yang diinginkan.

Download:

Categories: Referensi Tags:

SIMULASI POLA KULIT BINATANG BERBASIS CELLULAR AUTOMATA MENGGUNAKAN WOLFRAM MATHEMATICA 7.0

August 11th, 2010 Puji Astuti 10 comments

Author:

Astuti, Puji. 2010. Simulasi Pola Kulit Binatang Berbasis Cellular Automata Menggunakan Wolfram Mathematica 7.0. Skripsi, Program Studi Fisika, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Johanis A. Rampisela, M.S, (II) Drs. Sutrisno, M.T.

Content:

Di alam terdapat berbagai macam jenis binatang yang masing-masing memiliki pola kulit yang berbeda-beda antara yang satu dengan yang lainnya. Meskipun beberapa dari pola kulitnya terlihat agak serupa tetapi terdapat perbedaan-perbedaan atau perubahan kecil dari pola kulit binatang itu.

Di beberapa titik dalam pertumbuhan embrio, akan dihasilkan pola warna yang muncul di permukaan sel dan kelompok sel-sel dengan warna yang berbeda kemudian diatur menjadi sebuah pola yang pasti. Biasanya setiap kelompok individu, pola yang muncul di permukaan kulitnya diawali secara acak. Salah satu misal adalah kucing yang baru lahir masih belum mempunyai pola warna kulit yang belum teratur. Pola kulit yang dimilikinya masih samar-samar. Hingga beberapa hari kemudian, muncul pola-pola warna pada tubuh kucing tersebut.

Stephen Wolfram dalam bukunya A New Kind of Science membuat simulasi yang mampu menggambarkan pola kulit binatang yang menyatakan bahwa pada kenyataannya sebagian besar pola kulit pada organisme biologis dihasilkan oleh proses dari aturan dasar yang sangat sederhana dan sering dipilih secara acak. Simulasi pola kulit binatang dengan model cellular automata sudah pernah dilakukan oleh Suwarno (2002) dengan menggunakan Software Borland Delphi.

Program simulasi pola kulit binatang berbasis cellular automata menggunakan wolfram mathematica 7.0 dalam aturannya melihat 8 tetangga terdekat (bentuk Moore). Simulasi ini mempunyai keadaan awal secara acak. Selain membandingkan program simulasi dengan contoh hewan yang mempunyai pola kulit yang berbeda, program simulasi ini juga dilengkapi dengan bentuk pola simulasi baik itu secara horizontal, vartikal maupun isotropis.

Pada simulasi ini hal penting yang menentukan warna pada hasil simulasi adalah nilai bobot yang ditentukan pada sel yang ditinjau dan sel tetangganya. Jika hasil bobot yang diperoleh bernilai positif, maka warna sel yang ditinjau pada langkah berikutnya berubah menjadi pola warna dua. Dan jika hasil bobot yang diperoleh bernilai negatif, maka warna sel yang ditinjau pada langkah berikutnya berubah menjadi pola warna satu.

Download:

  1. Cover
  2. halaman sampul
  3. Abstrak
  4. kata pengantar
  5. Daftar isi
  6. Daftar gambar
  7. Daftar lampiran
  8. BAB I Pendahuluan
  9. BAB II Kajian Pustaka
  10. BAB III METODE PEMROGRAMAN
  11. BAB IV hasil dan pembahasan
  12. BAB V Penutup
  13. Daftar Rujukan
  14. Lampiran
  15. Pernyataan Keaslian Tulisan
  16. Riwayat hidup
  17. Program Simulasi
  18. Peta pikiran simulasi

Website Fisika Interaktif Berbasis HTML, Javascript, dan WordPress

July 12th, 2010 shofyan 8 comments

ABSTRAK

Shofyan, Mohamad. 2010. Website Fisika Interaktif Berbasis HTML, Javascript, dan WordPress. Skripsi, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Johanis A. Rampisela, M. S.  (II) Dra. Endang Purwaningsih, M. Si.

Kata kunci: website, HTML, javascript, WordPress.

Website memungkinkan adanya interaksi antara pengguna satu dengan lainnya dan antara pengguna dengan website. Dalam fisika, website mempunyai peran yang sangat penting guna publikasi ilmiah dan pembelajaran. Salah satu situs yang menyediakan konten fisika yang cukup lengkap adalah situs http://hyperphysics.phy-astr.gsu.edu/hbase/HFrame.html. HyperPhysics menampilkan konten-konten fisika secara kompleks dan interaktif dengan menggunakan bahasa pemrograman HTML (hypertext markup language) dan Javascript. Link dibuat dengan image map dengan hotspots berbentuk rectangular. Untuk membuat hotspot berbentuk circle, maka harus diketahui jari-jari lingkaran, titik pada sumbu x dan sumbu y. Javascript digunakan untuk perhitungan konsep fisika sederhana yang sebagian besar diselesaikan secara onchange.

Fisika Interaktif merujuk pada HyperPhysics dengan menyajikan konten fisika yang terintegrasi pada WordPress. Konten merupakan salah satu post dalam WordPress sehingga terdapat kolom untuk memberi komentar. WordPress bisa dibangun secara offline yang nantinya dipublikasikan ke web server di Internet (online). Post WordPress tidak mendukung bahasa pemrograman lain selain HTML. Untuk menyisipkan pemrograman Javascript, tidak bisa langsung menuliskan pada post, tapi terlebih dahulu dibuat pada dokumen HTML lain. Dokumen tersebut dipanggil oleh floating frame yang dapat menampilkan halaman web lain dalam suatu bingkai. Hasil website tersaji di situs http://yan.komputasi.web.id.

Download file skripsi format PDF:

  1. Cover
  2. Lembar Persetujuan
  3. Lembar Pengesahan
  4. Abstrak
  5. Kata Pengantar
  6. Daftar Isi
  7. Daftar Gambar
  8. Daftar Lampiran
  9. BAB I
  10. BAB II
  11. BAB III
  12. BAB IV
  13. BAB V
  14. Daftar Rujukan
  15. Lampiran-lampiran
  16. Pernyataan Keaslian Tulisan
  17. Daftar Riwayat Hidup
  18. Peta Konsep (MindMap).pdf
Categories: Fisika Komputasi UM Tags:

Indikator Alexa sebagai Alternatif dalam Pemeringkatan Berbasis Sound Approach

June 24th, 2010 bamboo_bed 5 comments

ABSTRAK

Cobawiras, Obed. 2010. Alexa as an Alternative Indicator Based on Sound Approach In Ranking (Indikator Alexa sebagai Alternatif dalam Pemeringkatan Berbasis Sound Approach). Skripsi, Program Studi Fisika, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Johanis A. Rampisela, M.S., (II) Daeng Achmad Suaidi, S.Si., M.Kom.

Kata Kunci: Alexa, Pemeringkatan, Sound Approach, Otomatisasi, Pengambilan Data

Alexa merupakan salah satu situs yang banyak dipakai oleh para pengembang untuk memajukan situs mereka. Alexa menggunakan indikator popularitas berdasarkan pengunjung sebagai dasar perangkingannya. Dalam perangkingan berbasis Sound Approach dengan metode Webometics (Skripsi Dona Harinda Sasongko, “Metode Pemeringkatan Berbasis Sound Approach” ,  2010), indikator popularitas berdasarkan pengunjung suatu situs tidak saling berinteraksi dengan indikator lainya yang antara lain size, visibility, rich files, dan scholar.

Rumusan masalah dari penyusunan skripsi ini adalah bagaimana agar dapat mengambil data indikator Alexa beberapa situs perguruan tinggi secara otomatis kemudian menggunakannya sebagai indikator dalam pemeringkatan perguruan tinggi berbasis Sound Approach. Oleh karena itu sebuah program khusus dibutuhkan untuk mengambil indikator dari situs Alexa. Program ini dapat mencari data beberapa perguruan tinggi di Indonesia agar memudahkan pendataan dan menghemat waktu. Program ini disusun dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan bisa diakses secara online.

Program Otomatisasi Pengambilan Indikator Alexa bekerja dengan menggunakan metode mencari nilai suatu indikator berdasarkan pola dalam page source suatu halaman situs. Program ini menghasilkan data valid karena hasilnya sama antara pencarian dengan program dibandingkan bila dilakukan dengan cara manual. Selain itu program ini juga cepat karena rata-rata waktu untuk mencari indikator situs hanya membutuhkan 3 detik dibandingkan dengan cara manual yang hampir 43 detik.

Dari hasil perbandingan tabel antara yang menggunakan indikator Alexa dan tidak, 43 dari 53 situs yang menjadi acuan peringkatnya mengalami kenaikan atau penurunan. Hal ini menunjukan bahwa indikator Alexa memiliki peranan signifikan dalam pemeringkatan perguruan tinggi berbasis Sound Approach.

Skripsi Full

Mindmap_Presentasi

Categories: Fisika Komputasi UM Tags:

METODE PEMERINGKATAN BERBASIS SOUND APPROACH

June 18th, 2010 dona No comments

ABSTRAK

Sasongko, Dona Harinda.2010.Ranking Method Based on Sound Approach.(Metode Pemeringkatan Berbasis Sound Approach). Skripsi, Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Johanis A.Rampisela, (II) Ahmad Daeng Suaidi, S.Si. M.Kom.

Kata kunci : Sound Approach, Webometrics Ranking, pemeringkatan, perguruan tinggi.

Bunyi adalah energi gelombang yang berasal dari sumber bunyi. Seperti halnya vektor di ruang 3 dimensi, gelombang bunyi dapat diuraikan dalam sekelompk vektor-vektor satuan yang tegak lurus (ortogonal), maka ada kemungkinan untuk menguraikan gelombang bunyi menjadi deret ortonormal berikut, . Sama halnya dengan bunyi, suatu sistem pemeringkatan memilki beberapa indikator pemeringkatan yang ortogonal. Dengan mengadopsi rumus gelombang bunyi didapat sebuah rumus pemeringkatan berikut . Metode pemeringkatan semacam ini dikenal dengan Metode Pemeringkatan Berbasis Sound Approach.

Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah bagaimana menghasilkan pemeringkatan dengan berbasis Sound Approach. Sistem pemeringkatan yang akan diteliti adalah pemeringkatan perguruan tinggi di Indonesia. Indikator pemeringkatan yang dipergunakan adalah indikator Webometrics Ranking. Webometrics Ranking adalah sebuah sistem pemeringkatan dunia yang telah memeringkat seluruh perguruan tinggi di dunia sejak tahun 2006. Indikator Webometrics Ranking adalah indikator web yang terdiri dari, size, visibility, rich files, dan scholar.

Penulis mengambil data pada akhir bulan Desember 2009 untuk diperingkat, kemudian membandingkan dengan hasil Webometrics Ranking edisi Januari 2010. Hasil yang didapat tidak jauh berbeda, sebagain besar perguruan tinggi hanya bergeser 1 hingga 3 peringkat saja. Posisi sepuluh besar dari pemeringkatan bulan Desember 2009 dan Webometrics Ranking edisi Januari 2010, diduduki oleh perguruan tinggi yang sama, hanya urutanya saja yang berbeda tipis. Namun, ada beberapa perguruan tinggi yang mengalami perubahan posisi yang cukup mencolok. Adanya perbedaan ini disebabkan kerena ketidak stabilan mesin pencari yang dipergunakan untuk mengambil data indikator pemeringkat. Selain itu, adanya selisih waktu pengambilan data yang dilakukan penulis dengan waktu terbitnya Webometrics Ranking memungkinkan terjadinya perubahan indikator pemeringkat.

Adapun saran yang dikemukakan sehubungan dengan hasil skripsi ini adalah:  (1) Perlu ada penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh G-faktor terhadap hasil pemeringkatan perguruan tinggi yang menggunakan indikator web(2) Pemeringkatan berbasis Sound Approach tidak hanya dapat diterapkan pada perguruan tinggi, melainkan dapat juga diterapkan pada bidang lainnya khususnya pada bidang Fisika.

COVER

lembar pengesahan

ABSTRAK indonesia

PETA PIKIRAN

daftar isi

daftar gambar

daftar tabel

daftar lampiran

BAB 1

BAB 2

BAB 3

BAB 4

BAB 5

daftar rujukan

lampiran 1

lampiran 2

lampiran 3

lampiran 4

pernyataan keaslian tulisan

daftar riwayat hidup

Categories: Fisika Komputasi UM Tags:

Otomatisasi Pengambilan Data Website untuk Keperluan Pemeringkatan Berbasis Sound Approach

June 16th, 2010 ekofuji 1 comment

ABSTRAK

Fujianto, Eko. 2010. Otomatisasi Pengambilan Data Website untuk Keperluan Pemeringkatan Berbasis Sound Approach. Skripsi, Program Studi Fisika, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Johanis A. Rampisela, M.S., (II) Daeng Achmad Suaidi, S.Si., M.Kom.

Kata Kunci: Otomatisasi, Pengambilan Data, Website, Pemeringkatan, Sound Approach

Pemeringkatan merupakan salah satu cara untuk mengetahui kualitas dari masing-masing komponennya. Pemeringkatan berbasis Sound Approach adalah salah satu metode pemeringkatan yang dapat dijadikan model dalam suatu pemeringkatan tertentu terutama dalam bidang fisika.

Metode pemeringkatan berbasis Sound Approach dalam skripsi Dona Harinda Sasongko berjudul “Metode Pemeringkatan Berbasis Sound Approach”  diterapkan pada pemeringkatan website dan menggunakan beberapa indikator yang mengacu pada indikator yang digunakan oleh Webometrics (http://webometrics.info). Webometrics adalah lembaga yang melakukan pemeringkatan terhadap website perguruan tinggi di seluruh dunia. Indikator yang dipakai oleh Webometrics antara lain size atau jumlah halaman website, visibility atau jumlah total tautan unik yang diterima dari situs lain, rich files atau volume file yang ada di suatu situs, dan scholar atau jumlah tulisan-tulisan ilmiah berdasarkan Google scholar. Keempat data indikator di atas diperoleh dari empat mesin pencari, diantaranya Google, Yahoo, Bing, dan Exalead .

Pengambilan data secara manual dilakukan dengan memasukkan key tertentu dalam mesin pencari dan mencatat jumlah hasil pencarian sebagai data. Key yang dimasukkan pada mesin pencari berbeda-beda untuk masing-masing jenis data indikator yang akan diambil. Proses pengambilan data secara manual membutuhkan waktu yang sangat banyak.

Program otomatisasi pengambilan data website ini secara otomatis akan menjalankan mesin pencari dengan key yang telah ditentukan dan melakukan pengambilan data size, visibility, rich files, dan scholar dari mesin pencari. Dengan menggunakan function file_get_contents(), program mengambil page source dari halaman hasil pencarian mesin pencari. Setelah itu program melakukan pencocokan  string angka jumlah hasil pencarian pada page source tadi dan mengubahnya menjadi sebuah variabel dengan menggunakan function preg_match(), kemudian menampilkan variabel tersebut pada sebuah tabel.

Program ini menghasilkan data size, visibility, rich files, dan scholar yang sama dengan hasil pengambilan data yang dilakukan secara manual. Dengan menggunakan program ini, proses pengambilan data website akan lebih mudah dan lebih cepat dibandingkan dengan melakukan pengambilan secara manual. Pengambilan data manual membutuhkan waktu 3 menit untuk satu URL, sedangkan pengambilan data dengan program hanya membutuhkan waktu kurang dari 1 menit.

Skripsi:

Categories: Fisika Komputasi UM Tags:

Pembuatan Website Fisika yang Interaktif dan Dinamis Berbasis HTML, Javascript, dan WordPress

February 4th, 2010 shofyan 14 comments

Author:

  • Mohamad Shofyan, NIM. 306322400756, Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Negeri Malang

Content:

Salah satu fasilitas Internet adalah website. Website adalah fasilitas hypertext yang digunakan untuk menampilkan data berupa teks, gambar, suara, animasi, dan data multimedia lainnya, yang diantara data tersebut saling berhubungan satu dengan yang lain. HyperPhysics merupakan website yang menampilkan konsep fisika dalam peta konsep dan link yang dibuat dengan bahasa pemrograman HTML dan Javascript. Link dibuat dengan image map dengan hotspots berbentuk rectangular. Untuk membuat hotspots berbentuk circle, maka harus diketahui jari-jari lingkaran, titik pada sumbu x dan sumbu y. Javascript digunakan untuk perhitungan konsep fisika sederhana yang sebagian besar diselesaikan secara onchange.

Download:

Categories: Kuliah Tags:

Otomatisasi Pengambilan Size, Visibility, Rich Files, dan Scholar dari Website

January 8th, 2010 ekofuji No comments

author: Eko Fujianto, 306322400758, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang

Content: Website merupakan media yang paling populer di Internet. Website merupakan suatu layanan yang memberikan informasi kepada pengunjung website dengan menggunakan konsep hyperlink, dengan tujuan untuk mempermudah melakukan penelusuran informasi di Internet. Perkembangan teknologi website yang sangat pesat dan jumlah website yang sangat banyak memunculkan lembaga-lembaga yang melakukan pemeringkatan terhadap website-website di Internet. Tujuan adanya pemeringkatan tersebut adalah untuk mengetahui kualitas suatu website ditinjau dari indikator-indikator tertentu seperti size (jumlah halaman website), visibility (inlink atau link eksternal), rich files (jumlah file yang dimiliki), scholar (jumlah karya ilmiah yang dimiliki berdasarkan Google Scholar), jumlah pengunjung atau pembaca, dan banyak indikator lainnya. Indikator yang akan dibahas mengacu pada indikator yang dipakai oleh lembaga pemeringkatan website Webometrics (http://www.webometrics.info), yaitu size (S), visibility (V), rich files (R), dan scholar (Sc). Webometrics menggunakan 4 (empat) mesin pencari yaitu Google (http://google.com), Yahoo (http://siteexplorer.search.yahoo.com), Bing (http://bing.com) , dan Exalead (http://exalead.com/search) dalam mencari dan mendapatkan keempat data tersebut. Dengan menggunakan pemrograman PHP dibuat sebuah program yang dapat melakukan pengambilan empat data di atas secara otomatis tanpa menjalankan 4 (empat) mesin pencari satu-persatu. Program ini secara otomatis menjalankan keempat mesin pencari dengan key tertentu dan menampilkan hasil pengambilan data size, visibility, rich files, dan scholar pada sebuah tabel. Dengan program tersebut pengambilan data menjadi lebih mudah dan cepat dibandingkan dengan pengambilan data secara manual.

Download: Eko Fujianto – Journal Otomatisasi – 2010

Eko Fujianto – Presentasi – 2010

Categories: Referensi Tags: